Berkunjung ke Objek Wisata Gunung Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya

Biasanya kalau ke Cipanas Galunggung itu, ya sambil Botram gan, hehehe…

Salira.id – Acara ini sebenarnya sudah lama banget, yaitu sekitar tahun 2006 silam. Tapi karena ini adalah momen yang sangat spesial (menurut saya), maka saya tulis dan catat disini sekarang (2017), ya buat pengingat lah gan, plus buat Nostalgia-an pula, hehe… Tapi untungnya saya punya video nya, yang bisa agan lihat di bawah (di akhir) postingan ini. Nanti saja lihat video nya mah gan, mendingan baca dulu artikel ini sampai tamat (maksa, hahah…)

Acara Tamasya atau Rekreasi atau Piknik ke Objek Wisata Gunung Galunggung ini tepatnya setelah Idul Fitri 2006. Jadi begitu keluarga besar selesai LEBARANAN, saling berkunjung ke rumah keluarga lain, selang waktu satu minggu setelah Idul Fitri, maka kita cabut berangkat ke Gunung Galunggung yang berada di Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya tersebut.

Waktu itu (2006), akses jalan ke Gunung yang punya ketinggian 2.167 meter di atas permukaan laut tersebut adalah masih kurang bagus, jadi jalan nya itu tidak full aspal, terkadang menemukan banyak batu kerikil dan sebagian suka ada lobang pula, membuat mobil yang kami tumpangi jadi kurang nyaman. Di pinggir jalan, kadang suka berpapasan dengan warga yang meminta sumbangan pake “Sair” (sunda), mungkin untuk perbaikan jalan, atau mungkin untuk pembangunan sarana umum yang ada di lingkungan-nya.

Untuk sekarang (2017), akses jalan ke Gunung Galunggung sudah bagus, dari pas masuk Jalan Muktamar Cipasung sampai ke lokasi wisata Galungung sudah full di Aspal Hotmix, tidak seperti dulu (2006). Tinggal telaten perawatan jalan nya saja, agar yang berlobang segera di tambal oleh yang bertugas dan bertanggung jawab urusan perbaikan jalan.

Tidak terasa, setelah menempuh jarak sekitar 14 Kilometer dari Kota Singaparna, Tasikmalaya, kami pun sampai pula di area Cipanas Gunung Galunggung (objek wisata yang punya luas hutan 120 hektare). Setelah kami cek waktu, ternyata total waktu tempuh nya sekitar 1 Jam 40 menit, lumayan lama, mungkin karena waktu itu ditambah macet gan bos, khan hari-hari padat liburan pasca Idul Fitri, padahal kalau jalanan sedang normal (hari biasa – bukan hari-hari musim liburan), maka cukup dengan waktu 45 menit sampai 1 jam saja, itu sudah bisa sampai ke Gunung Galunggung dari Singaparna.

Liburan Idul Fitri – Tuh, macet khan gan di jalan masuk ke area kolam air hangat Galunggung. Ane lihat penyebab macetnya, karena badan jalan jadi lebih sempit, banyak mobil yang di parkir di pinggir jalan itu.

Waktu itu, berangkatnya dengan menggunakan mobil Colt-bak dengan bak terbuka, percis domba garut lah kita, hahah,,, Soal harga tiket, aduh maaf gan bos, lupa lagi saya waktu itu, lagian tiket nya di satu mobil kan, jadi bayar tiket masuk itu ya untuk harga orang satu mobil, entah berapa rupiah, dulu saya tidak tanya ke yang mengurus tiket nya.

Sesampainya di Area Kolam Air Panas Cipanas Gunung Galunggung, maka semua peserta camping, eh, peserta wisata, langsung buka makanan yang memang sengaja dibawa dari Rumah masing-masing, harap di malum lah gan bos, ini benar-benar acara wisata orang kampung yang memang udik, hehe, jadi makanan, nasi, air, snack, suka bawa langsung dari rumah, katanya sih agar lebih irit, karena beli di tempat wisata, harga nya sedikit lebih mahal, begitu kata ibu-ibu yang ikut berangkat.

Area Parkir Motor & Mobil – Cipanas Galunggung

Sebagian anak muda (yang ikut rombongan acara wisata tersebut), ada yang tidak puas dengan suasana di Area Kolam Air Hangat yang mereka pikir itu cocok untuk konsumsi ibu-ibu dan bapak-bapak yang memang bawa anak kecil, maka beberapa anak muda langsung melanjutkan perjalanan (dengan berjalan kaki) berangkat menuju Kawah Gunung Galunggung yang berjarak (kurang lebih 2 km s/d 3 km dari area Kolam air hangat).

Dulu, suka memakai jalan setapak gan, menyusuri pedalaman hutan, sangat enjoy kita, senang nya minta ampun, sepanjang jalan bersuka ria bersama semua teman, kadang suka bawa Tape-Recorder dan mengeraskan volume Speaker nya (dulu belum populer atau bahkan belum ada itu Mp3 player). Asyiknya lagi, sepanjang jalan setapak ke kawah itu banyak pedagang (warung tidak permanen), mereka menjual makanan ringan dan air mineral di warung dengan desain alakadarnya (kaya saung kecil gitu deh). Jadi ini benar-benar unik dan menyenangkan, seperti kita sedang Penjelajahan saja. Sekarang, untuk ke kawah, kebanyakan orang memakai jalan aspal (yang masuk mobil), jadi kayaknya jarang yang menggunakan rute jalan setapak itu tadi. Masih aktif ngak ya itu jalan setakap, sekarang?

Sebelum menaiki tangga kawah (620 anak tangga), maka semua orang yang bawa kendaraan, baik mobil atau motor, harus memarkirkan kendaraannya di tempat parkir yang disediakan disana, karena memang sangat tidak mungkin memawa motor / mobil ke bibir kawah, curam banget jalan nya, heheh… jadi harus jalan kaki lewat 620 anak tangga tersebut untuk bisa sampai ke bibir kawah gunung galunggung.

Asal agan tahu saja bahwa, dulu (kalau saya tak salah yeee…) ini jauh sebelum tahun 2006, itu belum ada tangga yang 620 buah anak tangga tersebut. Kalau mau ke kawah, benar-benar harus ekstra sehat kondisi tubuh kita, kita akan menanjak mendaki melewati pasir yang tajam dan licin dan lumayan curam, banyak orang menggunakan tongkat dari batang tumbuhan (yang ketemu diperjalanan) agar supaya tidak licin di pasir yang menanjak tersebut. kalau kita tak hati-hati, itu bisa terpeleset di jalan curam ber-pasir tersebut.

Pokoknya benar-benar menantang sekaligus punya resiko bahaya juga (jalan ke kawah – dulu). Sekarang saja, sudah enak, ada di bangun tangga tembok, tinggal pegangan ke tiang pinggir tangga, dan bisa rehat sejenak di tengah-tengah tangga kalau terasa cape.

Sesampainya di Puncak Kawah Gunung Galunggung, maka itulah akhir perjuangan kita gan, kita bisa melihat pemandangan alam yang begitu menakjubkan, udara yang selalu sejuk (walau pada jam 12 siang hari). Suasana kawah adalah tidak berisik (berbeda banget dengan suasana di kolam air hangatnya, yang memang berisik dengan suara manusia, terutama suara anak kecil yang memasang volume full ketika bercanda dengan teman-teman nya, hahah,, canda gan…).

Dari puncak kawah gunung galunggung, kita juga bisa melihat hamparan rumah dan sawah penduduk Kabupaten Tasikmalaya. Subhanalloh, indahnya, sudah sejuk, asri lagi.

Di pinggir kawah, ada banyak pedangang dengan warung yang semi permanen disana, tapi harga makanan dan minuman nya ya lumayan agak mahal, karena memang tidak mudah lah gan, membawa barang ke atas puncak kawah, kita saja yang cuma bawa badan dan sedikit barang bawaan di tas, kesusahan, apalagi para pedagang bawa barang dagangan begitu banyak dan beratnya, jadi harga makanan dan minuman yang sedikit mahal adalah bisa dimaklumi dan wajar.

Pokoknya, Sulit di ceritakan dengan kata-kata gan, makanya ane kasih rekaman video nya ke agan buat di tonton (karena kebetulan ane dulu yang mendokumentasikan acara tersebut dengan suka rela tanpa pamrih, tanpa di bayar, hahaha,,,) tapi ini kualitas video nya agak jelek, dulu pake kamera digital alakadarnya. Ini coba tonton gan, lumayan:

Oh ya, ada satu hal yang saya sayangkan yang belum ada di manajemen Tempat Wisata Kolam Air Hangat Cipanas  РGunung Galunggung sampai tulisan ini dibuat hari ini (19 September 2017) , yaitu :

Di area Wisata Gunung Galunggung itu, saya perhatikan, itu belum ada suatu rangkaian pengeras suara (TOA Paralel) di setiap sudut penting. Misalnya di Area Kolam, itu akan hebat jika ada beberapa pengeras suara, terus di jalan-jalan ke kawah juga, bahkan di pinggir kawah, dan juga di bawah kawah, akan hebat jika dipasang banyak pengeras suara, dan semua TOA adalah nyambung semuanya, dan dikendalikan oleh bagian Informasi. Jadi nanti kalau ada orang tersesat atau salah-satu anggota suatu rombongan adalah sulit dihubungi karena sedang main sendirian (terpisah dari rombongan dan alat komunikasi ybs. tidak bisa dihubungi), maka akan mudah ditemukan, tinggal umumkan saja via bagian informasi, maka semua pengunjung akan mengetahui nya, termasuk orang yang sedang di-cari-nya. Ya, semoga kedepannya ada pengeras suara yang terpusat begitu gan, tidak cukup satu dua TOA, tapi sebaiknya banyak TOA karena luas area wisatanya khan hektaran-an, luas banget itu.

TOA-toa tersebut, juga bisa di fungsikan sebagai media informasi praktis untuk memberitahukan kepada semua pengunjung tentang kondisi dan fasilitas tempat wisata galunggung tersebut.

Semoga cerita saya tamasya ke Gunung Galunggung ini bisa meng inspirasi agan semua. Hayo gan, ke Kawah Gunung Galunggung lagi kita!

NB: Kalau di postingan ini dirasa kurang foto-fotonya, itu karena saya tidak konsen ngambil foto pas acaranya (karena memang waktu itu belum ada acara membuat Catatan Perjalanan Wisata seperti sekarang).¬†Malahan, waktu ke kawah bareng Istri saya dan anak saya, itu tidak bawa kamera. HP pun lupa tak di bawa, hahaha… ntar kedepan, kalau ada umur panjang dan ada kesempatan baik, saya bisa ke Galunggung lagi, akan saya foto hal-hal penting dan unik lainnya ya gan, kapan-kapan, tapi saya ngak janji lho…

Tags: #Galunggung #Gunung #Objek Wisata #Tasikmalaya

Leave a reply "Berkunjung ke Objek Wisata Gunung Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya"

Author: 
    author
    No related post!