DARI REDAKSI
SELURUH ARTIKEL DI PORTAL WWW.SALIRA.ID INI ADALAH PRODUKSI DARI HUMAS PEMERINTAHAN, BUKAN BAGIAN DARI KARYA JURNALISTIK REPORTER / WARTAWAN SALIRA TV NEWS. ARTIKEL DI PORTAL WEB INI TERMASUK KE DALAM JENIS IKLAN / PARIWARA / ADVERTORIAL / SEREMONIA / PAID ARTICLE.

Dari Redaksi Salira TV,
Pada setiap kegiatan liputan jurnalistik dan atau kunjungan kerja, Wartawan Salira TV dilengkapi dengan ID Pers dan Surat Tugas yang masih berlaku, serta namanya tercantum di Box Redaksi https://salira.tv/redaksi/

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum berhak untuk meminta kepada yang mengaku sebagai Wartawan Salira TV untuk menunjukkan ID Pers & Surat Tugas yang masih berlaku.

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum juga berhak untuk mengambil foto close-up yang bersangkutan, dan mengkonfirmasikannya ke Nomor WhatsApp Center Salira TV di 0838-9640-3437.

Jika yang bersangkutan terbukti Bukan Wartawan Salira TV, Calon Narasumber dan juga Redaksi Salira TV dapat melaporkannya kepada Pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti sebagai kasus Pidana Pemalsuan Identitas yang merugikan Calon Narasumber dan Perusahaan Media Salira TV.
Terimakasih.

Lowongan Jadi Wartawan & Content Creator di Salira TV

Download & Install Aplikasi Salira TV ~ TV Android 24 Jam di Playstore

Negara Ini Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekedar Bicara Dan Beretorika

SALIRA TV BANDUNG – XposeNews.com JKT. Bandung (16/11/2022) – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P., menjadi nara sumber orasi ilmiah pada Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Bandung (UNISBA) dalam rangka memperingati Milad ke – 64 Unisba dan pidato tahunan Rektor, berlangsung di Gedung Hj. Kartimi Kridhoharsojo Kampus Unisba Jl. Tamansari No.1 Kota Bandung, Jabar, Selasa (15/11/2022).

Sidang Terbuka Senat Universitas Bandung dibuka langsung oleh Rektor UNISBA, dilanjutkan sambutan Ketua Badan Pengurus Unisba, Prof. Dr. KH. Miftah Faridl.

Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo dalam orasinya yang berjudul “Peran Pemuda Untuk Indonesia Sekarang dan Masa Datang”, mengawali orasinya menyoroti ragam keunggulan yang dimiliki Indonesia. Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah baik di daratan maupun di lautan dan Indonesia kaya akan sumber energi.

“Selain itu besarnya jumlah penduduk ditambah dengan bonus demografi yang didapat, tentu jadi keunggulan sendiri, selain itu Indonesia diuntungkan dengan posisi strategis secara geografis yang membuat negara ini memiliki siklus musim yang ideal,” jelasnya.

Menurut Pangdam, potensi yang begitu besar ini, tentu saja mengundang keinginan pihak lain untuk ikut masuk dan bahkan ikut campur untuk menguasai kekayaan terutama dalam masalah sumber energi yang merupakan tantangan secara global.

Menyikapi hal tersebut Pangdam dalam orasinya terkait peran pemuda dan mahasiswa, menyampaikan kunci sukses dalam menghadapi kondisi dunia yang serba tidak pasti, antara lain, jadilah great player, bukan pemain lokal atau pemain cadangan. “Berusahalah menjadi pemain besar, bukan konsumer tapi produsen. Kurangilah sikap sebagai penikmat sesuatu tetapi jadilah yang mampu menciptakan sesuatu,” terangnya.

Kemudian bermimpi besarlah, great dreamer, karena dengan mimpi itulah lahir semangat dan sikap militan. Mimpi akan berkolerasi dengan kreatifitas, tapi jangan berhenti sebatas mimpi karena akan hidup dalam fatamorgana sebatas angan-angan.

“Selalu bersikap dan berlaku focus on target, jangan melenceng dan berusaha maksimal. Kedepannya yang akan memenangkan persaingan adalah orang-orang yang spesialis, karena itulah jadi professional, spesialis pada bidang tertentu,” terangnya.

Tak kalah penting, optimist. Pepatah berkata, tak ada yang mudah tetapi tak ada yang tak mungkin. Sumber daya sangat banyak, belajar bisa dimana saja. Tetapi memang tak ada yang mudah. Karena itu sikap optimis harus dikembangkan, lanjutnya.

Selain itu action, sambung Pangdam. Segeralah bertindak, jangan hanya omong doang. Negara ini butuh aksi nyata, bukan sekedar bicara dan beretorika. Jika anda jadi politikus, jadilah politikus yang berkarya bukan sekedar berbicara. “Anda memang dilatih untuk berbicara, tapi yang diperlukan adalah aksi nyata dari apa yang dibicarakan,” tegasnya.

Seusai penyampaian orasi, Pangdam menerima cenderamata yang diserahkan langsung oleh Rektor Universitas Islam Bandung. (Pendam III/Siliwangi).

Nananga team jkt (HH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *