DARI REDAKSI
SELURUH ARTIKEL DI PORTAL WWW.SALIRA.ID INI ADALAH PRODUKSI DARI HUMAS PEMERINTAHAN, BUKAN BAGIAN DARI KARYA JURNALISTIK REPORTER / WARTAWAN SALIRA TV NEWS. ARTIKEL DI PORTAL WEB INI TERMASUK KE DALAM JENIS IKLAN / PARIWARA / ADVERTORIAL / SEREMONIA / PAID ARTICLE.

Dari Redaksi Salira TV,
Pada setiap kegiatan liputan jurnalistik dan atau kunjungan kerja, Wartawan Salira TV dilengkapi dengan ID Pers dan Surat Tugas yang masih berlaku, serta namanya tercantum di Box Redaksi https://salira.tv/redaksi/

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum berhak untuk meminta kepada yang mengaku sebagai Wartawan Salira TV untuk menunjukkan ID Pers & Surat Tugas yang masih berlaku.

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum juga berhak untuk mengambil foto close-up yang bersangkutan, dan mengkonfirmasikannya ke Nomor WhatsApp Center Salira TV di 0838-9640-3437.

Jika yang bersangkutan terbukti Bukan Wartawan Salira TV, Calon Narasumber dan juga Redaksi Salira TV dapat melaporkannya kepada Pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti sebagai kasus Pidana Pemalsuan Identitas yang merugikan Calon Narasumber dan Perusahaan Media Salira TV.
Terimakasih.

Lowongan Jadi Wartawan & Content Creator di Salira TV

Download & Install Aplikasi Salira TV ~ TV Android 24 Jam di Playstore

Gubernur Kalbar Pimpin Upacara HUT ke-74 Korps Infanteri

SALIRA TV PONTIANAK – Senin (19/12/22) – Gubernur Provinsi Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Korps Infanteri TNI Angkatan Darat tahun 2022 di wilayah Kodam XII/Tpr. Upacara dilaksanakan dengan khidmat bertempat di Taman Alun Kapuas, Jalan Rahadi Usman, Kota Pontianak. Upacara diikuti oleh TNI, Polri, Satpol PP dan FKPPI.

Upacara dihadiri Kapolda Kalbar Irjen Pol Suryanbodo Asmara, Ketua DPRD Prov. Kalbar M. Kebing L, Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Djauhari, S.E., M.M., Danlanud Supadio, Marsma TNI Prasetiya Halim, S.H., Danlantamal XII/Pontianak, Laksma TNI Suharto, Wakil Kajati Kalbar, Danrem 121/Abw dan para PJU Kodam serta Walikota Pontianak.

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji membacakan amanat Danpussenif Letjen TNI Arif Rahman M.A., mengatakan, latar belakang historis lahirnya hari Infanteri tidak terlepas dari keberhasilan perang gerilya di bawah komando Panglima Besar Jenderal Sudirman. Panglima Besar Jenderal Sudirman memimpin langsung para pejuang saat melawan Belanda.

“Dengan menggunakan senjata tradisional dan perlengkapan perang yang terbatas, para pejuang mampu mengatasi tentara Belanda yang sudah memiliki senjata modern. Metode perlawanan yang diterapkan yaitu serbu dan lari (hit and run) berasal dari basis gerilya yang tidak mengenal waktu operasi,” katanya.

Selanjutnya, para pejuang melakukan penyerangan ke pos-pos yang dijaga Belanda atau saat konvoi. Taktik tersebut membuat Belanda bingung dan kewalahan karena melakukan penyerangan tiba-tiba. Para pejuang bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan cara berjalan kaki. Strategi dan taktik tersebut membuat pasukan Belanda lemah dan kalah, sehingga mereka terpaksa mundur.

“Dari peristiwa tersebut, kita bisa mengambil nilai-nilai berupa jiwa nasionalisme, cinta tanah air, rela berjuang, pantang menyerah dan manunggal dengan rakyat,” ujarnya.

Nilai-nilai tersebut, kata Gubernur, harus selalu terpatri dalam jiwa dan sikap serta perilaku setiap prajurit Korps Infanteri. Untuk itu diinstruksikan agar seluruh prajurit Korps Infanteri mampu menjadi pelopor dalam mengatasi kesulitan rakyat di sekitarnya. Selain itu, untuk selalu berdiri kokoh di atas pondasi jati diri prajurit sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan profesional.

“Selain itu, tingkatkan semangat jiwa korsa yang positif, namun jangan sampai terjebak dalam jiwa korsa yang sempit,” tegas H. Sutarmidji.

Sedangkan Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Djauhari saat memberikan keterangan mengatakan, tema yang diangkat dalam Hari Infanteri ini adalah Infanteri yang Modern dan Selalu di Hati Rakyat. Maknanya prajurit Infanteri harus dekat dengan rakyat, mengatasi apapun kesulitan rakyat dan Infanteri harus selalu hadir membantu masyarakat. Sedangkan Hari Infanteri adalah sejarah perjuangan Panglima Besar Sudirman pada saat mengusir penjajah Belanda di wilayah NKRI.

“Beliau bergerilya dari satu tempat ke tempat lain untuk mempertahan kemerdekaan dengan taktik Infanteri. Sehingga mampu mengusir penjajah dari wilayah NKRI. Itu yang harus kita maknai. Kita harus memperjuangkan semua apa yang menjadi amanat Panglima Besar Sudirman. Yang jelas TNI harus dekat dengan rakyat,” katanya.

Pada akhir upacara ini dilaksanakan pemberian hadiah diantaranya, pemenang Koramil terbaik yaitu Koramil 1207-01/Pontianak Utara, pemenang lomba karya bakti, juara 1 diraih Yonif 642/Kps, juara 2 diraih Brigif 19/Kh dan juara 3 diraih Yonif M 643/Wns. Pemenang Peleton Pengantar, juara 1 diraih Yonkav 12/Bc, juara 2 diraih Yonarmed 16/Kmp dan juara 3 diraih Yonzipur 6/Sd.

Kemudian pemenang Peleton inti, juara 1 diraih Yonif RK 644/Wls, juara 2 diraih Yonif R 641/Bru dan juara 3 diraih oleh Yonif M 643/Wls. Usai upacara dilaksanakan acara syukuran dan panggung prajurit. Acara syukuran dilaksanakan di Mapomdam XII/Tpr. Ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Djauhari yang selanjutnya diberikan kepada Danyonif RK 644/Wls dan Kepala LVRI Pontianak. Sedangkan panggung prajurit dilaksanakan di Taman Alun Kapuas. (Pendam XII/Tpr) (HH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *