DARI REDAKSI
SELURUH ARTIKEL DI PORTAL WWW.SALIRA.ID INI ADALAH PRODUKSI DARI HUMAS PEMERINTAHAN, BUKAN BAGIAN DARI KARYA JURNALISTIK REPORTER / WARTAWAN SALIRA TV NEWS. ARTIKEL DI PORTAL WEB INI TERMASUK KE DALAM JENIS IKLAN / PARIWARA / ADVERTORIAL / SEREMONIA / PAID ARTICLE.

Dari Redaksi Salira TV,
Pada setiap kegiatan liputan jurnalistik dan atau kunjungan kerja, Wartawan Salira TV dilengkapi dengan ID Pers dan Surat Tugas yang masih berlaku, serta namanya tercantum di Box Redaksi https://salira.tv/redaksi/

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum berhak untuk meminta kepada yang mengaku sebagai Wartawan Salira TV untuk menunjukkan ID Pers & Surat Tugas yang masih berlaku.

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum juga berhak untuk mengambil foto close-up yang bersangkutan, dan mengkonfirmasikannya ke Nomor WhatsApp Center Salira TV di 0838-9640-3437.

Jika yang bersangkutan terbukti Bukan Wartawan Salira TV, Calon Narasumber dan juga Redaksi Salira TV dapat melaporkannya kepada Pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti sebagai kasus Pidana Pemalsuan Identitas yang merugikan Calon Narasumber dan Perusahaan Media Salira TV.
Terimakasih.

Lowongan Jadi Wartawan & Content Creator di Salira TV

Download & Install Aplikasi Salira TV ~ TV Android 24 Jam di Playstore

Kemenkes RI: Saat Ini Ada 10 Kasus Terkait Keracunan Nitrogen

SALIRA TV JAKARTA – Sejak pertengahan tahun 2022, Kementerian Kesehatan RI mencatat sejumlah laporan terkait keracunan nitrogen cair pada jajanan ‘chiki ngebul’, beberapa di antaranya bergejala bahkan ada yang harus dioperasi.

Dilansir dari DetikHealt.com, Kasus pertama yang tercatat di Kemenkes adalah satu anak di Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Ponorogo, pasien dilaporkan mengalami luka bakar karena terpapar suhu dingin yang ekstrem dari nitrogen cair.

Pada November 2022 Kemenkes menerima laporan 23 kasus keracunan dari UPTD Puskesmas Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya.

Namun hanya 7 yang bergejala, dengan 1 kasus harus dirujuk ke rumah sakit.

Kemenkes RI menerima laporan satu pasien anak dengan keluhan nyeri perut hebat setelah mengonsumsi chiki ngebul, 7 yang bergejala dengan 1 kasus harus dirujuk ke rumah sakit, pasien dirawat di UGD RS Haji Jakarta Timur.

“Jadi ada sekitar 10 kasus yang dengan gejala,” jelas Direktur Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI Anas Ma’ruf dalam konferensi pers Jumat (13/1/23).

Kemenkes RI, saat ini sebagian besar pasien sudah dinyatakan sembuh. Satu kasus di Jakarta yang harus menjalani operasi juga dilaporkan kondisinya sudah membaik. ( D.Skr)
Sbr Tribrata
in Kesehatan
# Kesehatan
SHARE THIS POST

Heri Heryanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *