DARI REDAKSI
SELURUH ARTIKEL DI PORTAL WWW.SALIRA.ID INI ADALAH PRODUKSI DARI HUMAS PEMERINTAHAN, BUKAN BAGIAN DARI KARYA JURNALISTIK REPORTER / WARTAWAN SALIRA TV NEWS. ARTIKEL DI PORTAL WEB INI TERMASUK KE DALAM JENIS IKLAN / PARIWARA / ADVERTORIAL / SEREMONIA / PAID ARTICLE.

Dari Redaksi Salira TV,
Pada setiap kegiatan liputan jurnalistik dan atau kunjungan kerja, Wartawan Salira TV dilengkapi dengan ID Pers dan Surat Tugas yang masih berlaku, serta namanya tercantum di Box Redaksi https://salira.tv/redaksi/

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum berhak untuk meminta kepada yang mengaku sebagai Wartawan Salira TV untuk menunjukkan ID Pers & Surat Tugas yang masih berlaku.

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum juga berhak untuk mengambil foto close-up yang bersangkutan, dan mengkonfirmasikannya ke Nomor WhatsApp Center Salira TV di 0838-9640-3437.

Jika yang bersangkutan terbukti Bukan Wartawan Salira TV, Calon Narasumber dan juga Redaksi Salira TV dapat melaporkannya kepada Pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti sebagai kasus Pidana Pemalsuan Identitas yang merugikan Calon Narasumber dan Perusahaan Media Salira TV.
Terimakasih.

Lowongan Jadi Wartawan & Content Creator di Salira TV

Download & Install Aplikasi Salira TV ~ TV Android 24 Jam di Playstore

Cegah Peningkatan Karhutla 2023, Polri Pantau Titik Api Setiap Hari

SALIRA TV JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus melakukan pemantauan keberadaan titik api di wilayah-wilayah rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemantauan tersebut dilakukan setiap hari.

“Pemantauan kami terhadap ancaman karhutla kami lakukan sepanjang tahun, setiap hari,” kata Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops) Irjen Pol Agung Setya Imam Effendy di Jakarta, Selasa (17/1/2023).

Agung mengatakan, tahun tahun 2023 iklim di Indonesia lebih kering dibanding tahun sebelumnya. Menurut Agung, hal ini diprediksi berpotensi meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan di Tanah Air.

“Karhutla akan dapat ditangani dengan baik bila api yang masih kecil sudah dipadamkan,” katanya.

Selain itu, kata Agung, Polri juga didukung dengan penggunaan teknologis seperti teknologi satelit dalam menemukan titik api. Dengan dukungan teknologi serta kesiapsiagaan tim pemadaman di lapangan, Agung menyebut kerja kolaboratif bisa dilakukan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas.

“Pemanfaatan teknologi satelit untuk menemukan hot spot dan memadamkan dengan cepat adalah kolaborasi pemanfaatan teknologi dan tim pemadaman yang selalu siaga,” kata mantan Kapolda Riau itu.

Menurut Agung, upaya mencegah karhutla juga membutuhkan kerja sama pihak, baik itu masyarakat dan pemangku kepentingan terkait. Agung mengatakan, penting untuk menemukan titik api dan memadamkannya saat kondisi api kecil agar kebakaran hutan tidak meluas.

“Polri didukung masyarakat dengan memanfaatkan sistem dan teknologi yang terus bekerja, sehingga dapat memadamkan karhutla dengan cepat dan efektif pada saat api masih kecil,” kata Agung.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyebut penanganan karhutla menjadi salah satu prioritas Polri. Sigit mengatakan, Polri mendapat atensi dari Presiden Joko Widodo.

“Kita harus tetap waspada, apabila tidak diawasi secara penuh maka potensi-potensi terjadinya karhutla selalu ada. Oleh karena itu, stakeholders terkait setiap saat selalu melakukan pengawasan, termasuk kami memanfaatkan aplikasi ASAP Digital Nasional untuk melakukan monitoring,” kata Sigit, Sabtu (31/12).(D Skr)

Heri Heryanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *