DARI REDAKSI
SELURUH ARTIKEL DI PORTAL WWW.SALIRA.ID INI ADALAH PRODUKSI DARI HUMAS PEMERINTAHAN, BUKAN BAGIAN DARI KARYA JURNALISTIK REPORTER / WARTAWAN SALIRA TV NEWS. ARTIKEL DI PORTAL WEB INI TERMASUK KE DALAM JENIS IKLAN / PARIWARA / ADVERTORIAL / SEREMONIA / PAID ARTICLE.

Dari Redaksi Salira TV,
Pada setiap kegiatan liputan jurnalistik dan atau kunjungan kerja, Wartawan Salira TV dilengkapi dengan ID Pers dan Surat Tugas yang masih berlaku, serta namanya tercantum di Box Redaksi https://salira.tv/redaksi/

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum berhak untuk meminta kepada yang mengaku sebagai Wartawan Salira TV untuk menunjukkan ID Pers & Surat Tugas yang masih berlaku.

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum juga berhak untuk mengambil foto close-up yang bersangkutan, dan mengkonfirmasikannya ke Nomor WhatsApp Center Salira TV di 0838-9640-3437.

Jika yang bersangkutan terbukti Bukan Wartawan Salira TV, Calon Narasumber dan juga Redaksi Salira TV dapat melaporkannya kepada Pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti sebagai kasus Pidana Pemalsuan Identitas yang merugikan Calon Narasumber dan Perusahaan Media Salira TV.
Terimakasih.

Lowongan Jadi Wartawan & Content Creator di Salira TV

Download & Install Aplikasi Salira TV ~ TV Android 24 Jam di Playstore

Seorang nelayan asal Desa Binuangen, Kecamatan Malimping, Kabupaten Rangkasbitung, Banten terombang ambing di perairan Pangkalan, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

SALIRA TV KABUPATEN TASIKMALAYA – POLRES KAB TASIKMALAYA – Nelayan bernama Ma’mur (63) ini mengaku terombang ambing di lautan selama delapan hari.

“Polair Polres tasikmalaya berhasil selamatkan seorang warga nelayan Malingping Banten yg terombang ambing di tengah laut selama 8 hari akibat perahunya kehabisan solar,” kata AKP Asep Nurjaman, kasi Humas Polres Tasikmalaya ( Selasa 31/1/2023)

Kapolres Tasikmalaya Akbp Suhardi Hery Haryanto S.ik MM menyampaikan melalui Kasat Pol Air Polres Tasikmalaya, AKP Hari Sakti memastikan nelayan ini tidak bisa melanjutkan perjalanan karena faktor alam dan teknis.

Selain karena gelombang cukup tinggi, nelayan yang melaut seorang diri kehabisan bahan bakar solar di tengah laut.

“Jadi nelayan ini berangkat dari Binuangeun Banten tanggal 23 Januari lalu. Maksudnya mencari ikam selema beberapa hari dan pada hari Kamis 26 Januari berniat mau pulang tapi gelombang tinggi dan kehabisan bahan bakar sehingga korban ini turunkan jangkar tengah laut. Tapi karena kencang angin jadi putus juga jangkar,” ucap AKP Hari Sakti, Kasat Polisi Air Polres Tasikmalaya dihubungi wartawan Senin (31/1/23).

Usai terombang ambing delapan hari, perahu nelayan ini masuk perairan Cikalong.

Beruntung kondisi perahu korban masih utuh hingga berhasil diselamatkan oleh anggota Pol air Polres Tasikmalaya dan Polsek Cikalong.

“Alhamdulillah kami bisa selamatkan hari ini selasa 31 Januari. Anggota saya sudah berkordinasi dengan syahnandar di Banten, supaya anggota keluarganya menjemput ke Satpol air Tasikmalaya di cipatujah,” kata Hari.

“Alhamdulillah nelayan dalam keadaan sehat baik. Sekarang kami masih urus di kantor untuk pemulihanya,” tambah Hari.

Heri Heryanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *