DARI REDAKSI
SELURUH ARTIKEL DI PORTAL WWW.SALIRA.ID INI ADALAH PRODUKSI DARI HUMAS PEMERINTAHAN, BUKAN BAGIAN DARI KARYA JURNALISTIK REPORTER / WARTAWAN SALIRA TV NEWS. ARTIKEL DI PORTAL WEB INI TERMASUK KE DALAM JENIS IKLAN / PARIWARA / ADVERTORIAL / SEREMONIA / PAID ARTICLE.

Dari Redaksi Salira TV,
Pada setiap kegiatan liputan jurnalistik dan atau kunjungan kerja, Wartawan Salira TV dilengkapi dengan ID Pers dan Surat Tugas yang masih berlaku, serta namanya tercantum di Box Redaksi https://salira.tv/redaksi/

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum berhak untuk meminta kepada yang mengaku sebagai Wartawan Salira TV untuk menunjukkan ID Pers & Surat Tugas yang masih berlaku.

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum juga berhak untuk mengambil foto close-up yang bersangkutan, dan mengkonfirmasikannya ke Nomor WhatsApp Center Salira TV di 0838-9640-3437.

Jika yang bersangkutan terbukti Bukan Wartawan Salira TV, Calon Narasumber dan juga Redaksi Salira TV dapat melaporkannya kepada Pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti sebagai kasus Pidana Pemalsuan Identitas yang merugikan Calon Narasumber dan Perusahaan Media Salira TV.
Terimakasih.

Lowongan Jadi Wartawan & Content Creator di Salira TV

Download & Install Aplikasi Salira TV ~ TV Android 24 Jam di Playstore

Bunda Literasi: Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tingkatkan Kualitas Kesejahteraan Masyarakat

SALIRA TV KOTA BEKASI – Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bekasi bersinergi dengan Perpustakaan Nasional RI melaksanakan kegiatan bimbingan teknis program transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Program ini merupakan program prioritas nasional 1 (satu) yang mengarahkan agar terpenuhinya kebutuhan informasi masyarakat, serta menunjang fungsi perpustakaan sebagai sarana pembelajaran seumur hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan salah satu program pemerintah untuk kesejahteraan, solusi cerdas, pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Bunda Literasi Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto dalam sambutannya pada pembukaan bimbingan teknis program transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial 2023 di Nonon Soenthanie, Pemkot Bekasi.

“Pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bunda Literasi Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto.

Lebih lanjut Wiwiek menyampaikan program ini merupakan upaya pengembangan perpustakaan sebagai community learning centre yang berbasis teknologi informasi. Dengan meningkatnya akses terhadap informasi yang diharapkan dapat meningkat pula kualitas hidup masyarakat. Perpustakaan diharapkan dapat memfasilitasi kegiatan-kegiatan sesuai dengan isue-sue di masyarakat dengan pelibatan masyarakat secara aktif di kegiatan perpustakaan.

“Seiring berkembangnya teknologi maka kebutuhan dalam memberikan layanan IT seperti komputer dan internet sebagai kebutuhan perpustakaan dirasa semakin meningkat, sehingga dibutuhkan keterampilan untuk mengelola layanan IT di perpustakaan untuk layanan prima.”, tambahnya.

Untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa lain, maka sudah seharusnya kita menggalakkan Penguatan Pendidikan Karakter, salah satunya dengan  membudayakan gerakan literasi, baik literasi baca tulis, literasi numeralisasi, literasi sains, literasi finansial, literasi digital, literasi budaya dan kewargaan. Melalui kegiatan literasi diharapkan menjadikan warga sekolah dapat mengakses, memahami dan menggunakan berbagai informasi secara cerdas, dengan demikian diharapkan dapat menumbuhkan budi pekerti peseta didik.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca siswa dan tumbuh karakter positif warga sekolah. Dengan membiasakan membaca buku, informasi sudah pasti akan mudah didapat, proses menimba ilmu juga akan mudah diserap, dan kita juga bisa menjadi bangsa yang bermartabat.

Disamping itu, ini bagian dari upaya membudayakan literasi kepada masyarakat luas. Tentunya kegiatan ini tidak akan pernah berhasil tanpa dukungan keluarga, masyarakat, dan sekolah. Sekuat apapun pemerintah mendorong masyarakat untuk menggalakkan mencintai buku, hasilnya tidak akan optimal jika tidak ada dukungan masyarakat dan keluarga.
Untuk mengenalkan kegiatan literasi, baik kepada masyarakat, sekolah, dan keluarga.

“Kesejahteraan masyarakat tentunya menjadi harapan seluruh rakyat negeri ini. namun pada kenyataannya, masih ada penduduk Indonesia yang hidup dalam kemiskinan. salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi angka kemiskinan ini adalah melalui penguatan literasi.

Literasi memberikan manfaat yang nyata, melalui pendidikan secara formal maupun program literasi secara umum. untuk itu perpustakaan semestinya hadir sebagai pusat belajar masyarakat yang menyediakan informasi dan fasilitas belajar masyarakat yang berperan sangat penting untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Perluasan transformasi perpustakaan ke tingkat kabupaten/kota hingga kelurahan juga merupakan upaya memperluas program untuk mendekatkan akses informasi bagi masyarakat, memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat berkegiatan bagi masyarakat sehingga terjadi proses belajar dan peningkatan kapasitas yang mendorong kesempatan untuk menciptakan inovasi, kreativitas positif. (EZ/HUMAS)

SIARAN PERS HUMAS KOTA BEKASI
Rabu 24 Mei 2022

Novianto Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *